Wednesday, May 24, 2017

Waspadai kejang pada anak

Cerita ini aku kutib dari curhatan seorang ibu yang lagi sama-sama ngantri di dokter anak. Karna kita-kita dapat nomor antrian yang lumayan jauh dari nomor urut yang masih di panggil, biasaaaa ibu-ibu pastilah ngobrol-ngobrol gitu dan yang di obrolin seputar anak.. sambil nungguin dapat panggilan. Ini adalah pengalaman ibu salma, kini putranya daffa sudah berumur 4 th dan dia sudah sekolah playgrup.

kejang pada bayi

Melihat kondisi daffa untuk anak umur 4th dia sedikit berbeda, jalannya masih seperti anak yang baru saja bisa berjalan. Yaaa.. saat menapakkan kakinya untuk melangkah,daffa seakan seperti kesusahan. Lalu ku tanyakan pada bu salma, kenapa daffa jalannya seperti itu. Bu salma pun bercerita..
Saat usia daffa 5 bln, daffa mengalami demam di sertai muntah. Sudah seharian daffa gak mau minum juga muntah terus badannya juga jadi lemas.. dia dehidrasi, serta demam yang gak kunjung turun walaupun sudah diminumin obat penurun panas. "Paniklah perasaanku daffa jadi lemas seperti itu,lalu ku bawa dia ke rumah sakit agar dapat tambahan cairan. Udah rehidrasi,tapi demam juga masih 41 derajat jadi daffa masih rawat inap di rumah sakit. Selama perawatan, daffa malah kejang-kejang. Ku panggil suster.. suss.. ini gimana?? anakku kejang!! lalu di periksa sama suster "ini gapapa bu.. adeknya gak papa, ini cuma adaptasian dari panas ke dingin atau dingin ke panas" ucap suster. Selama tiga hari perawatan, daffa sudah kejang 5x. Dari jam 02.00-02.30, jam 06.15-07.30,jam 11.00-13.00, jam 20.00-23.00 dan yang terakhir jam 08.00-14.00. Dan suster sama dokter masih bilang tidak apa-apa, hanya di beri obat penurun panas seadanya.

 Karna emosi anakku tidak di tangani juga akhirnya aku protes ke suster, kenapa anak kejang hingga lama masiiihh saja di anggap tidak apa-apa?? sus.. apa gak ada obat yang lainnya? supaya tidak kejang terus sus anakku.. kasihan sus,," protesku pada suster. Denger jawaban susternya.. aku jadi makin tambah emosi saja"buu.. kalo pake bpjs emang obatnya dapatnya itu aja". Haaaaahhhh!!!! pake BPJS?? Helloooo... suster bisa baca berkasnya gak sih?? kita dari pertama itu pake umum!! bukan bpjs!!" bentakku pada susternya (maklum.. waktu dulu bpjs masih dianggap sepele rumah sakit,belum ketat seperti sekarang). Lalu suster meminta maaf padaku,dan segera lapor dokter anak yang bertanggung jawab. Akhirnya daffa masuk HCU. Haaaahhhh... dari kemarin bilang gak papa,sekarang malah masuk HCU? berarti anakku sudah kritis doonkkkkk!!!" Dalam hati aku marah juga kecewa terhadap cara kerja rumah sakit ini.

Setelah di periksa dokter di HCU lalu aku di panggil untuk menandatangani beberpa persetujuan untuk melakukan tindakan pada daffa. Lakukan apa saja dok, aku pasti setujui asalkan anakku sembuh. Dua hari di HCU akhirnya aku dapat kabar yang mengejutkan dari dokter. "Bu... ada masalah dengan anak ibu, setelah kami lakukan CT-Scan ternyata ada beberapa saraf yang rusak ini akibat dari kejang yang berkepanjangan. Yang nantinya mungkin akan mempengaruhi perkembangan daffa". Mendengar hal itu serasa ingin pingsan!! Bagaimana bisa ini terjadi?? Daffa kuuu.. haahh.. ingin marah rasanya pada suster dan dokter di sini!!  tapii.. huuhh ya sudahlah, aku hanya bisa pasrah dan tetap sabar dengan segala cobaan ini. Yaa.. daffa benar mengalami keterlambatan perkembangan. Mulai dari bicara,pertumbuhan gigi,hingga jalan. Daffa baru bisa berjalan di usia 2th 8bln. Dan baru bisa bicara dengan lancar di usia 20bln.

Yang sabaarr ya bu salma.. saya yakin,ibu kuat. Kita harus menyayangi titipan allah yang sangat luar biasa ini. Insya allah dek daffa nanti akan jadi anak yang soleh dan sukses. Amin.. kataku menyemangati bu salma.

Hanya seorang ibu rumah tangga yang ingin menulis disela2 kesibukannya


EmoticonEmoticon